Saat Ikhwanul Muslimin membakari kantor Ikhwanul Muslimin sendiri
Muhib Al-Majdi
Senin, 26 November 2012 11:30:52
(Arrahmah.com)
– Kekuatan sekuler, liberal, nasionalis, Kristen Koptik dan kroni-kroni
mantan rezim Mubarak menyatukan kekuatannya untuk menggoyang presiden
Muhammad Mursi. Dekrit Presiden Mesir menjadi momentum mereka untuk
menyuarakan "revolusi anti diktator baru". Demonstrasi anti Mursi pada
Jum'at (23/11) dan Sabtu (24/11) berakhir rusuh dengan dibakarnya
kantor-kantor Ikhwanul Muslimin Mesir di delapan propinsi.
Kalangan ulama dan aktivis Islam sendiri banyak yang mulai luntur
dukungannya kepada Mursi. Meski dipuji karena sejumlah kebijakannya
yang mendukung revolusi rakyat muslim Suriah dan perjuangan umat muslim
Gaza, Mursi juga mendapat sejumlah kritikan keras akibat beberapa
kebijakannya yang dinilai salah kaprah.
Menolak aspirasi mayoritas rakyat muslim yang menuntut penerapan
syariat Islam di Mesir, melancarkan aksi militer terhadap umat Islam di
Sinai tanpa dukungan bukti-bukti atas kesalahan mereka, mengangkat
salah satu wapres dari kalangan Kristen Koptik, mengizinkan kapal
perang Cina dan Iran mensuplai senjata kepada rezim jagal Suriah lewat
Terusan Suez, dan meminjam hutang riba kepada Bank Dunia dalam jumlah
yang bahkan melebihi masa rezim Laa Mubarak adalah sebagian
kebijakannya yang melunturkan dukungan ulama dan umat Islam.
Banyak kalangan berusaha menganalisa kondisi rusuh yang saat ini
melanda Mesir, baik dari kelompok yang pro Mursi, anti-Mursi maupun di
luar keduanya. Pada Ahad (25/11) situs Arrahmah.com telah menurunkan
analisa pimred Koran Al-Quds Al-Arabi, Abdul Bari Athwan, yang
"relatif" mendukung kebijakan-kebijakan Mursi.
Dalam kesempatan kali ini situs arrahmah.com akan menurunkan tulisan
kelompok yang berada di luar kelompok politik pro-Mursi dan anti-Mursi.
Tulisan berjudul
Al-Ikhwan yuharriquun maqaar Al-Ikhwan (Ikhwanul Muslimin membakari kantor Ikhwanul Muslimin)
ini ditulis oleh Gharibul Ikhwan di situs jihad internasional, Asy-Syumukh. Berikut terjemahannya.